Pelajari data teknis Hilti HIT-RE 100, sistem epoxy anchoring dua komponen untuk beton retak dan rebar extension dengan sertifikasi ETA-16/0142 dari Hilti.
In This Post…
Mengapa Data Teknis Itu Penting?
Ketika Anda bekerja di dunia konstruksi, terutama dalam bidang perkuatan struktur, semua keputusan harus berbasis data. Tidak cukup hanya kelihatan kuat, sambungan antara baja dan beton harus dapat diuji dan dihitung. Di sinilah Hilti HIT-RE 100 menjadi contoh sistem chemical anchoring yang benar-benar ilmiah.
Hilti tidak hanya menjual epoxy untuk merekatkan baja pada beton. Mereka melakukan pengujian menyeluruh di laboratorium internasional untuk memastikan bahwa setiap cartridge memiliki kekuatan, kestabilan, dan masa pakai yang bisa diprediksi. Semua hasil pengujian itu tercatat dalam sertifikasi ETA-16/0142, dokumen resmi yang menjadi dasar para insinyur di seluruh dunia dalam melakukan desain sambungan berbasis epoxy.
Di Indonesia, produk ini juga tersedia melalui Bali Fastening Center, reseller resmi Hilti yang berlokasi di Bali. Melalui distributor ini, Anda bisa mendapatkan produk asli Hilti berikut dukungan teknis yang sesuai standar pabrikan, mulai dari pemilihan jenis resin hingga panduan perhitungan beban.
Komposisi dan Cara Kerja Material HIT-RE 100
Hilti HIT-RE 100 terdiri dari dua bahan utama yakni resin dasar dan pengeras. Keduanya disimpan dalam satu tabung ganda. Ketika Anda memasangnya ke dispenser Hilti, bahan-bahan itu bercampur di dalam nozzle spiral dan mulai bereaksi membentuk senyawa baru yang keras serta sangat melekat pada beton.
Dalam waktu beberapa menit setelah tercampur, resin mulai mengisi seluruh pori dinding lubang bor dan menempel erat pada permukaan baja. Setelah proses pengerasan selesai, terbentuklah sambungan kimia yang menyatukan beton dan baja secara permanen. Keunggulan utama sistem ini adalah tidak menimbulkan tekanan ke arah luar (non-expansive), sehingga aman untuk beton yang sudah retak atau memiliki tepi tipis.
Untuk Anda yang ingin mempelajari diagram reaksi dan data teknis lengkapnya, Hilti menyediakan dokumen resmi di laman Hilti yang bisa diunduh langsung.
Karakteristik Teknis HIT-RE 100 yang Perlu Anda Ketahui
Beberapa karakter penting dari Hilti HIT-RE 100 yang perlu Anda pahami sebelum menggunakannya adalah sebagai berikut:
- Kepadatan dan kekentalan resin
Resin ini padat dan agak kental sehingga tidak mudah menetes meskipun digunakan di dinding vertikal atau posisi atas kepala. Hal ini memastikan resin menutup sempurna tanpa meninggalkan rongga udara. - Waktu kerja dan waktu pengerasan
Setelah Anda mulai memompa resin, waktu kerja atau working time berkisar antara lima hingga sepuluh menit pada suhu sekitar 25 °C. Artinya, dalam rentang waktu itu Anda masih bisa menyesuaikan posisi rebar atau baut.
Setelah itu, resin mulai mengeras, dan pada suhu normal proses pengerasan penuh terjadi sekitar empat hingga enam jam. Jika cuaca panas, proses ini bisa lebih cepat, sedangkan pada suhu rendah bisa memakan waktu lebih lama. - Kisaran suhu aplikasi
Produk ini dirancang untuk digunakan di daerah tropis. Anda bisa menggunakannya pada suhu antara +5 °C sampai +40 °C. Setelah mengeras, sambungan tetap stabil meski suhu lingkungan naik hingga 70 °C atau turun sampai di bawah nol. - Umur simpan dan penyimpanan
Setiap cartridge dapat bertahan hingga 18 bulan bila disimpan di tempat sejuk dan kering, antara 5–25 °C. Jika terkena panas berlebihan, umur pakainya bisa berkurang karena reaksi kimia terjadi lebih cepat.
Semua parameter ini menunjukkan bahwa epoxy Hilti HIT-RE 100 sangat cocok untuk kondisi iklim Indonesia yang cenderung lembap dan panas.
Kekuatan dan Ketahanan Material HIT-RE 100
Kekuatan utama Hilti HIT-RE 100 terletak pada daya lekatnya (bond strength). Dalam pengujian pada beton kelas C25/30, resin ini mampu mencapai kekuatan ikatan di kisaran 25 MPa pada beton yang utuh dan sekitar 18–20 MPa pada beton yang sudah retak.
Angka ini jauh di atas batas aman yang disyaratkan standar Eropa, sehingga Anda tidak perlu khawatir terhadap risiko lepasnya sambungan saat menerima beban tarik besar. Bahkan setelah diuji pada kondisi kelembapan tinggi dan siklus suhu ekstrem, kekuatan ikatnya tetap stabil di sekitar 22 MPa. Artinya, sambungan ini tidak mudah melemah meski terpapar cuaca tropis atau getaran mesin secara terus-menerus.
Hilti juga menguji produk ini dalam kondisi ekstrem dengan pemanasan hingga +80 °C lalu didinginkan ke -40 °C secara bergantian sebanyak seribu kali. Hasilnya, tidak ditemukan perubahan signifikan pada kekuatan tarik maupun deformasi.
Uji lain, seperti creep test selama 50 tahun simulasi, menunjukkan deformasi sangat kecil—kurang dari setengah milimeter—yang berarti sambungan tetap kaku dan tidak bergeser.
Kedalaman dan Ukuran Lubang Pengeboran
Satu hal yang sering ditanyakan oleh pengguna di lapangan adalah seberapa dalam lubang bor yang diperlukan Jawabannya tergantung pada diameter tulangan atau baut yang Anda gunakan. Contoh, tulangan berdiameter kecil seperti 8–10 mm biasanya cukup dengan kedalaman sekitar 80–90 mm. Jika diameter meningkat hingga 20 mm, kedalaman yang disarankan berkisar antara 150–160 mm.
Intinya, semakin besar batang baja yang akan ditanam, semakin dalam pula lubang yang perlu Anda siapkan. Kedalaman ini penting agar gaya tarik tersalurkan merata dan tidak menyebabkan kegagalan ikatan.
Hilti juga menyediakan perangkat lunak PROFIS Engineering, di mana Anda dapat menghitung kedalaman dan jarak antar anchor secara otomatis sesuai beban desain.
Waktu Pengerasan Berdasarkan Suhu
Agar hasil pemasangan optimal, penting untuk memahami hubungan antara suhu dan waktu pengerasan epoxy:
- Pada suhu rendah sekitar +5 °C, resin butuh waktu hingga 12–16 jam untuk benar-benar mengeras.
- Pada suhu sedang (sekitar +20 °C), proses ini berlangsung sekitar 5–6 jam.
- Sementara pada suhu panas (di atas +30 °C), resin bisa mengeras hanya dalam waktu 3–4 jam saja.
Sebaiknya Anda tidak memberikan beban pada sambungan sebelum waktu tersebut tercapai. Epoxy yang belum fully cured belum mencapai kekuatan maksimalnya dan bisa menyebabkan ikatan melemah.
Ketahanan Kimia dan Umur Pakai
Hilti HIT-RE 100 juga diuji terhadap paparan bahan kimia ringan seperti pelumas, air laut, serta larutan asam dan basa dengan konsentrasi rendah. Hasilnya, resin tetap stabil tanpa perubahan warna atau penurunan kekuatan yang berarti.
Dari hasil uji jangka panjang, epoxy ini diperkirakan mampu bertahan hingga 50 tahun dengan penurunan kekuatan hanya sekitar 10–15 persen. Hal ini menunjukkan bahwa material ini cocok untuk proyek infrastruktur, jembatan, pabrik, dan bangunan publik yang menuntut ketahanan tinggi dalam jangka panjang.
Peran Bali Fastening Center sebagai Mitra Resmi Hilti di Indonesia
Bagi Anda yang berada di wilayah Bali dan Indonesia bagian timur, Bali Fastening Center adalah mitra terpercaya untuk mendapatkan produk Hilti yang resmi dan bergaransi. Sebagai reseller resmi Hilti, pusat ini tidak hanya menjual produk, tetapi juga memberikan pendampingan teknis. Tim mereka siap membantu Anda memahami data teknis, cara menghitung beban desain, hingga pemilihan ukuran nozzle dan dispenser yang tepat.
Baca Juga: Penerapan Hilti HIT-RE 100 Pada Beton Retak dan Rebar Extension
Data yang Membuktikan Keandalan
Jika Anda mencari sistem anchoring yang dapat diandalkan untuk proyek jangka panjang, Hilti HIT-RE 100 memberikan semua bukti teknis yang dibutuhkan dari kekuatan tarik tinggi, stabilitas terhadap suhu dan kelembapan, hingga sertifikasi internasional yang diakui.
Dengan dukungan dari Bali Fastening Center sebagai mitra resmi Hilti di Indonesia, Anda tidak hanya mendapatkan produk yang terjamin keasliannya, tetapi juga bimbingan teknis agar pemasangan di lapangan menghasilkan sambungan yang kuat, aman, dan tahan lama.